Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2 Number 1 December 2024
Articles

Analisis dan Evaluasi: Sarana Kepastian Hukum Regulasi: (Dampak Lahirnya Peraturan Perundang-Undangan dan Judicial Review)

Andrian Erickatama
Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum
Wicipto Setiadi
Fakultas Hukum, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Published 2026-02-05

Keywords

  • Establishment,
  • Ex-Ante,
  • Evaluation,
  • Regulation,
  • Judicial Review

How to Cite

Analisis dan Evaluasi: Sarana Kepastian Hukum Regulasi: (Dampak Lahirnya Peraturan Perundang-Undangan dan Judicial Review). (2026). JIMLY LEGAL YUSTISIA JOURNAL, 2(1), 18-39. https://jslgjournal.com/jly/article/view/19

Abstract

The Nomenclature of Regulatory is the rules made by the authorities to regulate something. Analysis and evaluation of the law and regulation is juridically recognized with the birth of Law No. 13 of 2022. As might be expected, this authority was born on the basis of needs. As a result, analysis and evaluation should be the main capital in the formation of regulation, be it an amendment or replacement of existing laws and regulations. This research uses a normative method with a qualitative approach. The approach used in this research is a statutory approach and conceptual approach. How is the role of analysis and evaluation in the implementation of the delegation article of the enactment of regulation and how is the concept of analysis and evaluation as in the outcome of Judicial Review. Analysis and evaluation of legislation is an executive review mechanism to determine legal needs, the basis for determining the effectiveness of legislation and as a follow up to judicial review to assure legal certainty. The Ministry of Law c.q BPHN as an institution given by the authority to conduct analysis and evaluation of Regulations must promptly accelerate to maximize the role of analysis and evaluation needed by the Government as the organizer of the Government and the society so that legal certainty will be produced regarding the effectiveness of a law or regulation.

References

  1. Amiruddin, H. Zainal Asikin. Pengantar Metode Penelitian Hukum, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada). 2006.
  2. Awangga, Arif. Teknik Perancangan Peraturan Perundang-undangan, (Bandung; CV Cendikia Press). 2020.
  3. Amin, Fakhry dkk. Ilmu Perundang-Undangan (Banten: PT Sada Kurnia Pustaka),.2023.
  4. Aziz, Machmud. “Pengujian Peraturan Perundang-Undangan dalam Sistem Perundang-Undangan di Indonesia”. Jurnal Konstitusi 7, No. 5 (2010):127
  5. Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Laporan Akhir Analisis dan Evaluasi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika Serta Peraturan Pelaksananya. Jakarta: BPHN Kementerian Hukum dan HAM, 2022.
  6. Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Laporan Akhir Analisis dan Evaluasi Hukum Perlindungan dan Jaminan Sosial. Jakarta: BPHN Kementerian Hukum dan HAM, 2022.
  7. Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Laporan Analisis dan Evaluasi Peraturan Perundang-Undangan Tentang Kekarantinaan. Jakarta: Pusat Perencanaan Pembangunan Hukum Nasional BPHN, 2013.
  8. Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Laporan Kegiatan Pemantauan Pelaksanaan Program Legislasi Nasional Rancangan Undang-Undang Prioritas Tahun 2023, Program Penyusunan Peraturan Pemerintah, dan Program Penyusunan Peraturan Presiden Tahun 2023. Jakarta: BPHN Kementerian Hukum dan HAM, 2023.
  9. Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Laporan Kegiatan Pemantauan Pelaksanaan Program Legislasi Nasional Rancangan Undang-Undang Prioritas Tahun 2023, Program Penyusunan Peraturan Pemerintah, dan Program Penyusunan Peraturan Presiden Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, 2023.
  10. Badan Pengkajian Majelis Permusyawaratan RI, Penataan Ulang Jenis dan Hierarki Peraturan Perundang-Undangan Indonesia. Jakarta: Majelis Permusyawaratan Rakyat RI, 2017.
  11. Hermanto, Bagus. Pembenahan Pendekatan Ex-Ante dan Ex-Post Facto Dalam Perbaikan Kualitas Legislasi dan Penataan Perundang-Undangan Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia 20, No.2 (2024): 49-50.
  12. Hoesein, Zainal Arifin. Judicial Review Di Mahkamah Agung Tiga Dekade Pengujian Peraturan Perundang-Undangan (Jakarta: Raja Grafindo Persada), 2009.
  13. Hsb, Ahli Marwan. “Tindak Lanjut Lembaga Legislatif atas Putusan Mahkamah Konstitusi yang Membatalkan Ketentuan dalam Undang-Undang,” Jurnal Hukum Perancang Peraturan Perundang-Undangan 2, No. 1 (2016):26.
  14. Huda, Ni’matul. Formulasi Konsep Tindak Lanjut Putusan Pengujian Undang-Undang Oleh Mahkamah Konstitusi yang Bersifat Mengatur (Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara dan Pengelolaan Perpustakaan), 2019.
  15. Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum (Jakarta: Kencana Prenada). 2010
  16. Poli, Arnold. Teknik Penyusunan Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia (Suatu Kajian Teoretis dan Praktis) (Yogyakarta: Deepublish Digital), 2024.
  17. Rahardjo, Satjipto. Hukum dan Masyarakat (Bandung: Angkasa). 1980.
  18. Setiadi, Wicipto. “Dukungan Politik Dalam Implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi,”Jurnal Rechtvinding 2, No. 3 (2013):300.
  19. Sihombing, Eka N.A.M., dan Cynthia Hadita,”Bentuk Ideal Tindak Lanjut atas Putusan Mahkamah Konstitusi dalam Pengujian Undang-Undang”. Jurnal APHTN-HAN 1, No. 1 (2022): 36-39.
  20. Simatupang, Taufik H. “Mendudukkan Konsep Executive Review Dalam Sistem Hukum Ketatanegaraan Indonesia”. Jurnal Penelitian Hukum De Jure 19, No.2 (2019): 219.
  21. Syaukani, Imam dan A. Ahsin Thohari. Dasar-Dasar Politik Hukum (Jakarta: Raja Grafindo Persada). 2006.
  22. Taufik, Ade Irawan “Analisis Yuridis Pasal 97C Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022. Jurnal Perundang-Undangan 10. No.2 (2022):295-296.
  23. Tohari,Ahsin. Hak Konstitusional dalam Hukum Tata Negara Indonesia (Jakarta: Erlangga). 2016.
  24. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
  25. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi
  26. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
  27. Undang-Undang Nomor 15 tahun 2019 tentang Perubahan Atas UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
  28. Undang-Undang Nomor 13 tahun 2022 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan
  29. Yudanti, Anggita dan Wicipto Setiadi, “Problematika Pembentukan Regulasi Indonesia dalam Perencanaan Pembentukan Regulasi dengan Perencanaan Pembangunan Daerah,” Jurnal Hukum dan Konstitusi Volksgeist 5, No.1 (2022):28.